Kesenian Jawa Barat

Sisingaan adalah kesenian tradisional berasal dari daerah Subang, Jawa Barat. This kesenian is often seen at adat events like weddings and festivals.

Menggunakan alat musik tradisional seperti kendang, gong, dan kulanter. Diiringi juga dengan musik tradisional seperti rebab dan bonang.

Kesenian ini sering digunakan pada perayaan keagamaan dan populer di kalangan masyarakat muslim. Biasanya dilakukan oleh kelompok yang terdiri dari 5 orang.

permainan

Degung merupakan sebuah kesenian Sunda yang biasanya digunakan di acara-acara hajatan. Ini berarti satu sekretaris dari peralatan musik Sunda khas seperti Gendang, Goong, Kempul, Saron, Kacapi, Suling, dan Bonang.

Degung mulai terkenal di seluruh Indonesia pada tahun 1950-an ketika RRI Bandung mulai menyiarkannya. Musisi mulai menambahkan paduan suara perempuan ke dalam ansambel dan instrumen gamelan disetel sesuai skala lagu penanbih, sehingga terciptalah genre baru yang disebut degung kawih (musik vokal ringan).

Degung mempunyai irama yang mantap, ungkapan yang catchy dan ritme yang merdu. Ini adalah bentuk gamelan yang populer dan sering dimainkan di acara keagamaan seperti pernikahan. Ia juga menampilkan banyak improvisasi, yang menjadikannya unik di antara gaya gamelan. Hal ini menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang ingin merasakan semangat musik Jawa yang sebenarnya. Cara terbaik mendengarkan degung adalah dengan menyaksikan pertunjukan langsung di rumah gamelan tradisional. Pertunjukan ini biasanya gratis, namun Anda harus memesan tiket terlebih dahulu.

Rampak Gendang

Rampak Gendang merupakan kesenian jawa barat yang dimainkan oleh pria dan wanita di daerah Sumedang, Majalengka, Karawang. Permainan ini merupakan bentuk hiburan dan juga ritual. Gerakannya melibatkan banyak gerakan, termasuk melempar dan memukul kembang gendang. Biasanya dipentaskan saat pesta atau acara budaya lainnya.

Kesenian ini sering diiringi dengan keagungan Sunda. Namanya diambil dari tiga kata, yaitu ‘meta’, ‘ra’, dan ‘ta’, yang artinya “meta” artinya gendang, “ra” artinya tongkat, dan “ta” artinya badan.

Kesenian tradisional ini kini mulai populer di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Hal ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak seniman dan juga menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Festival Rampak Gendang juga diadaptasi untuk generasi muda dengan diadakannya Festival Rampak Gendang Millenial 2022. Hal ini sebagai upaya untuk tetap menghidupkan kesenian budaya lokal.

Gaya bebas

Tari topeng adalah gerakan tradisional yang dibuat oleh penari. Dengan berbagai macam bentuk dan jenis tersebut, it membawa para muslim untuk menjalankan pertunjukan yang tinggi, dan juga dilakukan pada kemunculan seni budaya Sunda.

Salah satu jenis tarian yang paling populer di jawa barat adalah tari Jaipong. Ini menggabungkan alat musik Degung dengan beberapa jenis gerakan seperti gerakan ketuk tilu, tari ronggeng, dan beberapa gerakan pencak silat.

Angklung adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Terdiri dari 4 sampai 7 tuts yang masing-masing memiliki resonator tabung bambu dan dimainkan dengan palu tunggal. Ini juga merupakan instrumen kunci dalam gamelan Jawa.

Baksa merupakan kaos yang dianggap sebagai simbol kedewasaan, yang membawa para penari kelima dalam pertunjukan tradisional. Its components include ikat kepala, celana singkel warna hitam, kain batik liris warna putih, dan bumbung telinga. It is usually performed at adat tepi industri, as well as during celebrations such as weddings.

Seruling Harpa

Kacapi Suling merupakan kesenian tradisional Sunda yang berasal dari Cianjur. Ini adalah bentuk musik yang menggunakan suara komposisi string. Ini dimainkan secara instrumental atau dengan vokal. Musiknya memiliki ritme yang lambat dan suaranya lembut. Digunakan untuk berbagai acara seperti pernikahan dan pemakaman. Musiknya juga populer di kawasan wisata. Banyak hotel memutar genre musik ini di lobi mereka.

Kacapi Suling merupakan alat musik yang badannya terbuat dari lima buah lempengan kayu yang disatukan. Ia memiliki kotak tuning dan resonator yang membuatnya unik. Ini memiliki 18 atau 20 senar. Biasanya diiringi dengan rincik yang memperkaya pengiring dengan mengisi ruang antar nada. Alat musik ini dapat digunakan untuk berbagai jenis lagu, termasuk kunci dan Suling yang melismatis. Ini juga dapat digunakan untuk teknik solo dan virtuoso. Ini adalah bagian penting dari budaya Sunda. Musik mempunyai efek relaksasi dan mampu menurunkan tingkat stres.

Previous Post